JatimReligi

Peletakan batu pertama masjid Nurul Qudus Desa Gunung gangsir 

Pasuruan, Wartapos.id – Kh. Agoes Ali Mashuri, H. Muhammad Jamalludin, Kh. Mas’ud Abdulloh, H. M. Andik Kristiawan, Bpk Tauqiful ghoni selaku camat Beji dan  KUA Beji  .H M.Asyari
 melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Qudus,Dsn.Kedung Turi Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.
Diharapkan keberadaan Masjid Nurul Qudus menjadi tempat beribadah yang nyaman, sekaligus tempat mengajarkan ilmu keagamaan dan tempat memancarkan nilai-nilai kemuliaan.”Banyak kita jumpai, masjid yang dibangun sedemikian megah namun tidak dimanfaatkan optimal. Misalnya, hanya segelintir umat yang memanfaatkannya sehingga terkesan ekslusif dan tertutup. Mari kita ramaikan masjid sebagai tempat untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan,” kata Abah Jamal nama sapaan akrab dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Qudus, Minggu 1 Desember 2019.
Turut hadir antara lain Danramil Beji,Kapolsek Beji, Camat Beji, KUA  Beji,Tokoh-tokoh agama,masyarakat sekitar. Abah jamal mengingatkan masjid selain fungsi utamanya sebagai tempat beribadah, bermunajat, dan bertafakur kepada Allah SWT, juga merupakan tempat terbaik untuk menjernihkan hati dan fikiran. Sering tanpa disadari, benak yang penat lantaran dijejali begitu banyak hiruk pikuk persoalan duniawi, terkadang justru menjauhkan diri dari jalan Allah SWT. Masjidlah tempat terbaik untuk menemukan kembali ketenangan jiwa.
“Berbahagialah orang-orang yang diberi kesempatan memuliakan masjid, baik secara lahiriah maupun bathiniyah. Pada saatnya nanti, ketika bangunan Masjid Nurul Qudus ini telah selesai dibangun, kita semua punya tugas dan tanggungjawab untuk menjaga dan merawatnya agar menjadi tempat yang tetap layak untuk beribadah, tetap terjaga kebersihan dan kesuciannya,” kata Gus Ali.
Di samping itu, Adanya masjid ini menekankan ikhtiar membangun dan memakmurkan masjid juga dapat diwujudkan melalui pemupukan dan penyebaran nilai-nilai keislaman. Seperti cinta pada kemanusiaan, cinta pada tanah air, cinta pada keadilan dan kebenaran, cinta pada pengetahuan, cinta pada kedamaian, dan lain-lain bentuk kecintaan yang membuat wajah Islam sejuk dan menyejukkan.
“Islam semacam inilah yang semestinya kita terapkan dalam kehidupan keseharian. Islam yang tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) dan tasamuh (toleran). Sehingga kita bisa menjadikan islam sebagai Rahmatan-lil-alamin (rahmat bagi semesta),” tandas Gus Ali.
Karena itu, Masyarakat sekitar ini menaruh harapan besar agar Masjid Nurul Qudus yang akan dibangun ini nantinya menjadi masjid yang benar-benar mampu memancarkan cahaya Islam.
Menyebarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan umat Islam, serta persaudaraan dan kerukunan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Marilah kita ajak dan gerakkan anak-anak kita, generasi muda bangsa kita, untuk kembali ke masjid, dengan menempatkan dan memperlakukan masjid sebagai rumah Allah, tempat kita berpaling ketika gundah, menengadah ketika bermunajat dan berserah diri ke hadirat Ilahi. Sekaligus sebagai tempat mencintai Indonesia lebih dalam lagi,” pungkas Gus Ali.( syaril )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button