
BANGKALAN, Wartapos.id – Gedung Dewan yang menjadi sasaran unjuk rasa Aliansi Trunojoyo Bergerak menjadi ramai dan sempat terjadi beberapa kali ketegangan lantaran aksi dorong mendorong antara mahasiswa pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian. Perundingan yang dilakukan oleh Ketua DPRD serta beberapa anggota Dewan lainnya gagal dikarenakan mahasiswa tidak mau hanya perwakilannya saja yang masuk ke area gedung Dewan tersebut.
Dari pantauan jurnalis wartapos di lokasi, korban dari petugas kepolisian, 2 (dua) orang personil luka akibat lemparan batu dan benda-benda lain dari pengunjuk rasa. 1 personil luka pada bagian pipi dan 1 lagi luka pada kepala bagian belakang. Ketua DPRD, H. Muhammad Fahad pun tak luput terkena lemparan pada bagian perut dari pengunjuk rasa. Rencananya, Fahad (sapaan akrab ketua DPRD Kabupaten Bangkalan) akan menemui pengunjuk rasa kembali “Udah gak apa-apa mas, kita masuk (berlindung) dulu,”ujar Fahad sembari bergeser ke dalam kantor dewan.
Aksi unjuk rasa pada Kamis (26/09/2019) siang tersebut mencapai klimaks saat gas air mata dan Water Canon ditembakkan ke arah massa dari aliansi Trunojoyo Bergerak sekitar pukul 14.45 WIB. Massa yang merupakan gabungan mahasiswa tersebut kocar-kacir berlarian mencari perlindungan dan mencari air serta rebutan mengoleskan odol (pasta gigi) untuk mengurangi efek dari gas air mata tersebut. Jurnalis wartapos yang sempat terkena dampak gas air mata tersebut, merasakan sesak nafas dan perih di mata.
Sebagian massa aksi membakar ban – ban bekas di 2 titik, 1 di tengah jalan Soekarno Hatta dan 1 lagi tepat di atas jembatan kecil akses masuk menuju gedung dewan. Sehingga petugas kepolisian yang berjaga sesak terkena asap pembakaran ban bekas tersebut. Beberapa mahasiswa berteriak – teriak kalau pembakaran ban bekas tersebut sebagai pembalasan gas air mata, massa aksi pun mulai memblokade jalan Soekarno Hatta mulai dari pos polisi pertigaan antara Jl. Halim Perdanakusuma, Jl. Soekarno Hatta depan STKIP PGRI dan ujung sebelah utara, di depan Kantor Dispertapahorbun untuk memberikan kesempatan pengguna jalan berputar balik.
Sekitar pukul 15.39 WIB salah seorang anggota dewan mencoba memanfaatkan situasi yang dianggap sepi dengan mengendarai Toyota Hilux bermaksud keluar dari area gedung Dewan. Baru saja kendaraan Double Cabin tersebut keluar, massa aksi langsung berlarian mengelilinginya. Memaksa anggota dewan dan kendaraannya kembali masuk ke area gedung Dewan. Anggota dewan yang berniat keluar gedung Dewan tersebut diketahui bernama Herman Finanda, Politikus asal Gerindra tersebut.
Sekitar pukul 16.15 WIB, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan bersama sekitar 29 orang anggota DPRD lainnya menemui para pengunjuk rasa di pertigaan depan pos polisi STKIP PGRI. Dengan dikawal petugas kepolisian dan TNI, anggota DPRD tersebut menerima tuntutan para pengunjuk rasa dan berjanji akan menyampaikannya kepada DPR pusat. Akhirnya massa aliansi Trunojoyo Bergerak membubarkan diri dengan tertib setelah pernyataan mosi tidak percaya ditandatangani oleh Fahad sebagai ketua DPRD Kabupaten Bangkalan. (San)





