BangkalanJatim

Tolak RUU KPK, Kantor Dewan Di Demo Mahasiswa Muhammadiyah

BANGKALAN, Wartapos.id – Mahasiswa- mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bangkalan, mengadakan aksi “Dukungan Menolak Revisi UU KPK” pada Selasa (24/09/2019). Unjuk rasa puluhan mahasiswa tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan tertahan di gerbang utama Kantor DPRD Kabupaten Bangkalan, Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan.Tuntutan yang disampaikan mahasiswa IMM tersebut antara lain Menolak revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, karena harus mencederai kekuasaan, dan independensi KPK, Menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, memeriksa perlindungan cacat dalam proses pembahasan, menyusun, dan penetapan revisi UU KPK, Menolak berbagai upaya pelemahan terhadap lembaga KPK dalam bentuk apapun, Mengajak seluruh elemen masyarakat Bangkalan pada khususnya, untuk turut memperkuatkan KPK sebagai lembaga independen pemberantasan korupsi, sekaligus mendorong reformasi terhadap pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Mendesak KPK , Secara lengkap, untuk menyelesaikan konflik di internalnya, Mendesak DPRD Kab. Bangkalan untuk membantu menentukan sikap sebagai bentuk aspirasi masyarakat Bangkalan pada khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya, terkait dengan revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mendesak DPRD Kab. Bangkalan untuk menyetujui pembatalan revisi UU KPK kepada Presiden Republik Indonesia dan meminta revisi UU tentang KPK. Akhirnya, perwakilan sebanyak 10 (sepuluh) orang dari Mahasiswa IMM diijinkan untuk masuk ke Kantor DPRD Kabupaten Bangkalan menemui anggota Dewan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, H. Muhammad Fahad berjanji akan menampung semua aspirasi dari massa aksi, ”Kami tampung apa yang disampaikan oleh puluhan mahasiswa aksi yang datang ke kantor dewan Bangkalan,” kata Fahad.

Mengenai RUU KPK yang menjadi tuntutan mahasiswa pengunjuk rasa, Fahad menyampaikan, “Saya selaku Ketua DPR inikan sebagai wakil rakyat, jadi keluhan rakyat kita aspirasi kan untuk mendukung,” Jawab Fahad singkat.

Usai menemui pimpinan DPRD Kabupaten Bangkalan, Mahasiswa IMM melakukan aksi teatrikal di tengah – tengah jalan Soekarno Hatta untuk selanjutnya membubarkan diri. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button