BanyuwangiJatim
Ular Python Molurus Hasil Tangkapan Tim PA SMADA 2012 Dikembalikan ke Habibatnya.


Banyuwangi, Wartapos.id – Berawal dari cerita Mochammad Rifai, SH.,MH Kepala Sekolah SMAN Taruna Santri Darussholah ( Trasanda ) Singojuruh. Yang mana diceritakan bahwa binatang melata jenis Ular Sanca berbobot hampir 40 kg ditangkap oleh Tim Pencinta Alam (PA) SMADA Genteng tahun 2012. Yang mana waktu itu Mochammad Rifai, SH.,MH menjabad sebagai Kepala Sekolah di SMADA Genteng.
Dalam ngobrol santainya dengan awak media Mochammad Rifai kilas balik dan menyampaikan bahwa ekstrakurikuler PA SMADA Genteng, kala itu sedang giat – giatnya berlatih, dikejutkan dengan berita dari masyarakat katanya ada Ular Raksasa. Dan diceritakan oleh masyarakat Ular itu meresahkan sekali karena sering menyerang dan memangsa hewan ternak piaraan warga seperti Ayam dan sebagainya.
Mendengar informasi tersebut, kontan Tim PA SMADA Genteng waktu itu di bawah pimpinan Vaisal yang sekarang jadi Polisi berpangkat Brigadir Polisi. Merka bergerak ke arah yang ditunjukkan oleh warga setempat. Ternyata benar, Tim PA SMADA berhasil menemukan keneradaan Ular yang dimaksut warga tersebut dan menangkapnya dalam keadaan hidup.
Ular Sanca Bodo atau yang lazim dengan sebutan nama ” Ulo Sowo Macan ” kata bahasa Jawanya. Ternyata jenis binatang yang dilindungi. Kalau dalam kamus kebinatangan disebut ” Python Molurus “. Penampilan dan batik kulitnya memang terlihat eksotik. Berikut karena memang tergolong binatang yang dilindungi, maka pihak sekolah melalui Kaseknya, melaporkan ke Kantor Perlindungan Alam dan Binatang Langka Taman Nasional Perhutani Banyuwangi.
Tentu proses pengembalian Ular tersebut melalui petugas yang berwenang dalam hal ini adalab pihak Perhutani yang membidangi. Waktu itu Ibu Vivie kasi yang membidanginya, memimpin proses evakuasi sampai di tempat habitatnya.
Mochammad Rifai,SH.,MH kala itu yang menjabat sebagai Kasek SMADA Genteng berinisiatif memelihara makluk langka itu untuk kepentingan pendukung pembelajaran. Tetapi karena dalam perkembangannya, Ular yang membutuhkan perawatan khusus ini merepotkan. Akhirnya pertengahan bulan Agustus 2019 ular tersebut dikembalikan ke habitatnya di hutan lindung Taman Nasional Banyuwangi Selatan Alas Purwo. (H.Masru



