BangkalanJatimPelangi

KKN 96 UTM adakan seminar tematik bagi guru sekolah dasar di Kwanyar

Suasana saat pembawa materi menyampaikan penjelasan di depan peserta seminar. (Foto : Ahsan for wartapos)

Bangkalan, Wartapos.id – Seminar Inovasi pendidikan yang di gelar mahasiswa dan mahasiswi dalam tugas kuliah kerja nyata (KKN) 96 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun 2019 ini mengambil tema “Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Benda- benda Konkrit sederhana dan kearifan lokal” diikuti oleh peserta seminar dengan sangat antusias.

Bertempat di ruang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Karang Anyar Desa Karang Anyar, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan pada hari Sabtu (20/07/2019) sekitar 29 (dua puluh sembilan) peserta seminar yang berasal dari guru – guru sekolah dasar di kecamatan Kwanyar.

Sebagai pembawa materi seminar, Mudjatahidin yang akrab disapa dengan sapaan Pak Muji merupakan Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FIP Universitas Trunojoyo Madura menyampaikan materi seminar secara interaktif dan komunikatif, sehingga para guru sekolah dasar sebagai peserta seminar tersebut tidak merasa bosan dan menjadi bersemangat.

Salah seorang peserta seminar, sekaligus kepala sekolah SDN Karang Anyar 01 Kecamatan Kwanyar, Husnul Fuad, S.Pd saat ditemui wartapos usai pelaksanaan seminar menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN 96 UTM ini sangat bermanfaat sekali.

“Kami di dunia pendidikan, sangat perlu seminar seperti ini sesuai dengan program yang direncanakan oleh teman-teman KKN UTM ini, kami merasa seperti mendapatkan setitik air ditengah kekeringan,” tutur Husnul

Husnul melanjutkan dengan menjelaskan,”Seminar ini bermanfaat bagi kami dan merupakan re-fresh guru yang selama ini habis menjalani libur panjang, Jadi, Seminar ini menjadi setitik air ditengah kekeringan,” ujarnya.

Husnul berharap dengan adanya seminar tersebut guru-guru yang mengikuti seminar akan menerapkan materi yang diterima.

“Saya harap, guru-guru yang mengikuti seminar akan menerapkan materi yang diterima karena sangat mengena kepada dunia pendidikan khususnya guru-guru sebagai praktisi pendidikan sehingga bila langsung diterapkan pada anak didik kita sehingga anak didik kita mengalami proses pembelajaran yang baru dan menyenangkan,” harapnya.

Sementara itu, Mujtahidin kepada wartapos menyampaikan bahwa seminar tersebut berjalan lancar, pesertanya antusias, guru-gurunya responsif, keterlibatan dalam seminar ini sangat tinggi sehingga komunikasi interaksi multi arah dapat terjadi sehingga materi-materi yang disampaikan dapat terserap dan bisa teraktualisasi dalam pembelajaran yang dilakukan.

“Memang, aktivitas dalam seminar ini bukan sesuatu yang baru sebetulnya. Tetapi yang paling utama adalah memberikan makna dari apa yang dilakukan oleh guru dalam aktivitas sehari-hari,” tutur Muji.

Muji lantas melanjutkan dengan menyampaikan harapan atas adanya seminar yang diselenggarakan oleh kelompok mahasiswa KKN 96 UTM di Desa Karanganyar tersebut.

“Mudah – mudahan pembelajaran yang memang berorientasi pada siswa aktif tersebut bisa diterapkan, ya memang ada beberapa kendala, tetapi jika guru memiliki motivasi yang baik, kuat dan tinggi, tentu semua permasalahan dan hambatan yang ada akan bisa dikalahkan, itu dari sisi pembelajaran,”papar Muji yang lantas dilanjutkan,”Dari pengembangan media, karena sebetulnya media-media yang dipergunakan itu dimulai dari yang sederhana, tadi seperti yang sudah disimulasikan, dari botol, dari lingkungan, bahkan pembelajaran outdoor learning memanfaatkan tambak garam bisa dijadikan LAB Outdoor learning yang akan bisa melatih dan sebagai tambahan pelajaran bagi siswa,” tambahnya.

Selain sebagai pemateri dalam seminar tersebut, Muji merupakan Dosen pelaksana tugas KKN bagi 12 orang mahasiswa KKN 96 UTM menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada kelompok KKN 96 UTM, Muji juga menyampaikan terimakasih kepada para panitia,”Kegiatan ini bukan semata-mata karena melaksanakan program saja tetapi karena kebutuhan berdasarkan analisis situasi, guru membutuhkan program seperti ini,” tutur Muji.

“Ini yang saya apresiasi dari teman-teman KKN, mungkin kedepannya bisa dikembangkan tidak hanya sebatas di kecamatan Kwanyar saja namun kami berharap bisa dilaksanakan juga di kecamatan lainnya bahkan tingkat Kabupaten.”harap Muji. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button