BangkalanJatim

KKN 96 UTM berikan pelatihan inovasi Abon hasil olahan “Lorjuk” di Kwanyar

Suasana pelatihan mahasiswa KKN 96 UTM di Desa Karang anyar, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan.

Bangkalan, Wartapos.id – Mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dilaksanakan di Desa Karanganyar Kecamatan Kwanyar, Bangkalan memberikan pelatihan Re- Packaging, pemasaran serta inovasi Abon sebagai bentuk hasil olahan dari kerang bambu (Lorjuk) yang banyak didapatkan oleh ibu-ibu dari pantai sekitar wilayah Desa Karanganyar Kecamatan Kwanyar, Bangkalan tersebut.

Bertempat di rumah salah seorang produsen Lorjuk, Bapak Husnul di Desa Karanganyar pada hari Selasa (09/07/2017) Kelompok mahasiswa KKN 96 UTM menyampaikan pelatihan tersebut untuk membantu mengembangkan produk olahan Lorjuk.

Dimana selama ini lorjuk sering diolah untuk dijadikan pepes dan air hasil rebusannya dapat diolah menjadi petis. Oleh kebanyakan masyarakat di desa Karang Anyar mengolah lorjuk menjadi petis, lorjuk goreng, dan kacang lorjuk. Sehingga diperlukan inovasi untuk olahan lorjuk yakni pembuatan Abon dengan berbahan dasar lorjuk yang dapat memberikan variasi rasa. Sehingga dapat meningkatkan nilai jual lorjuk.

Koordinator delegasi (kordes) KKN 96 UTM, M. Khalid Basyaiban saat ditemui wartawan wartapos.id pada Rabu (17/07/2019) menyampaikan bahwa sasaran dalam pelatihan ini adalah seluruh produsen olahan lorjuk atau warga pemilik home industri di Desa Karang Anyar yang diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta.

“Adapun dalam pelatihan yang diberikan tidak hanya membantu pengembangan pada inovasi abon olahan lorjuk akan tetapi mahasiswa KKN 96 UTM turut memberikan masukan dalam melakukan pengemasan dan pemasaran produk unggulan desa tersebut yakni salah satunya dengan pemanfaatan media online. Pemanfaatan media online disini yaitu dengan mensosialisasikan tentang bagaimana cara memasarkan produk olahan lorjuk menggunakan E-Commerce, disini kami bekerjasama dengan salah satu platform jual beli online yaitu “Bukalapak” agar bisa diketahui oleh banyak orang baik di daerah madura maupun luar madura dan mengembangkan industri ekonomi kreatif di Desa Karang Anyar tersebut. Dari Bukalapak sendiri ada pelatihan-pelatihan dengan berbasis komunitas-komunitas yang tersebar diseluruh Indonesia, sehingga memudahkan pelaku bisnis baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam menjalankan usaha agar lebih baik lagi,” papar Kholid menjelaskan panjang lebar.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan yang diadakan mahasiswa KKN 96 UTM, Umi warga Desa Karang anyar menyampaikan kegembiraan nya dengan adanya pelatihan tersebut,”Pelatihan ini membuat kami warga Desa jadi tahu inovasi olahan Lorjuk dan pemasarannya. Soalnya Lorjuk banyak kita cari sebagai pencaharian membantu suami kita,” ujarnya Umi. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button