Begal UTM ditangkap, ternyata oknum satpam utm jadi penadahnya

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, SIK bersama Rektor UTM, Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si dan Kapolres Bangkalan saat konferensi pers di pos Pendabah, Desa Pendabah, Kecamatan Kamal.

Bangkalan Wartapos.id – Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan, Madura berhasil menangkap pelaku begal terhadap mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. Keberhasilan Satreskrim Polres Bangkalan tersebut di apresiasi oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Lucky Hermawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Timur, KOMBES POL Frans Barung Mangera, SIK yang hadir langsung ke Bangkalan untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja Polres Bangkalan yang telah bergerak cepat menangkap pelaku begal tersebut, dikarenakan kasus pembegalan tersebut sangat diresahkan oleh masyarakat sekitar, terutama mahasiswa UTM yang selalu dijadikan incaran.

“Kami atas nama Polda Jawa Timur memberikan apresiasi kepada Polres Bangkalan dan semua masyarakat sekitar yang ikut serta membantu melakukan penangkapan pelaku begal,” Tutur Frans, Kabid Humas Polda Jatim mengawali konferensi pers yang semula akan dilaksanakan di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bangkalan namun diintruksikan oleh Kapolda untuk melaksanakan Konferensi pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembegalan yakni di area sekitar Pos Pendabah, Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bangkalan Pada Selasa (16/07/2019) siang.

Turut mendampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, SIK, MH, Wakapolres Bangkalan, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan, Kasubbag Humas Polres Bangkalan serta Pejabat Utama Polres Bangkalan.

Konferensi pers yang digelar di pos Pendabah tersebut juga dihadiri oleh Rektor UTM, Dr. Drs. H. Muh Syarif, M.Si serta korban pembegalan yang berstatus mahasiswa UTM.

Kepada media, Frans Barung Mangera menyampaikan bahwa konferensi pers di TKP tersebut dimaksudkan agar masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya masyarakat Bangkalan mengetahui Penangkapan terhadap pelaku Pencurian dengan kekerasan (begal) yang meresahkan beberapa waktu yang lalu.

“Ada 1 hal yang ingin kami sampaikan, bahwa didalam jaringan komplotan ini ada yang namanya pemetik, pengambil, ada yang melakukan kekerasan dan ada yang melakukan penadahan. Salah satunya yang melakukan penadahan adalah mereka yang memang bekerja di universitas. Ini yang menadah semua hasil dari komplotan ini. Salah satunya adalah satpam universitas. Di rumah Moh. Sihon (28 tahun) kita mendapatkan belasan STNK dan 6 (enam) sepeda motor. Walaupun di luar 2 (dua) TKP ini, ada 6 sepeda motor sehingga akan kita dalami lagi dimana lagi TKP nya.” Papar Frans.

Lebih lanjut, Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim menyampaikan bahwa penangkapan pelaku begal berawal dari penangkapan terhadap penadah sepeda motor hasil curian, yaitu Moh Sihon (28 tahun) warga Desa Labang Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan yang bekerja sebagai Satpam di UTM.

“Dari Moh. Sihon ini didapatkan keterangan bahwa Heru dan komplotannya. Heru ini yang melakukan pengambilan paksa atau pencurian dengan kekerasan dengan kelompoknya. Masih ada 2 (dua) orang yang menjadi DPO, nanti kita sampaikan pada media untuk dipublikasikan.”ujarnya.

Sebelum menutup keterangannya, Frans menyampaikan tindakan tegas Kepolisian terhadap pelaku tindak kejahatan yang mengakibatkan keresahan terhadap masyarakat.

“Di Jawa Timur ada 12 pelaku yang meninggal dikarenakan melawan petugas dan membahayakan serta meresahkan masyarakat, maka diperlukan tindakan tegas dan terukur sesuai peraturan sebagai efek jera,”tegasnya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, SIK, MH menyampaikan, “Dari hasil pendalaman kepada penadah ini, maka kami dapat mengetahui pelaku begal yang sering beraksi di area timur kampus kepada mahasiswa UTM, kami langsung gerak cepat untuk melakukan penangkapan kepada Heru Irawan dan kami tembak dikakinya karena membahayakan petugas,” kata Boby, sapaan akrab Kapolres Bangkalan.

Kepada polisi, pelaku atas nama Heru Irawan (25 tahun) warga Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang, Bangkalan yang bertindak sebagai eksekutor mengaku telah melakukan aksinya sebanyak empat kali, salah satunya pada tanggal 24 Mei 2019 di Jalan Raya Timur Kampus, Desa Telang, Kecamatan Kamal dengan korban atas nama Wanda Hamidah. Kemudian, kata Boby, pelaku melakukan aksi serupa pada tanggal 12 Mei 2019 diJalan Raya Morkepek, Kecamatan Labang dengan korban Dian Wibowo.

“Dua kejadian pembegalan ini dilakukan oleh satu tersangka yaitu atas nama Heru irawan dengan komplotannya,”jelas Boby.

Selain melakukan penangkapan dua tersangka, Polres Bangkalan juga menangkap dua penadah atas nama Sukdi (46 tahun) dan Dofir (36 tahun), keduanya merupakan warga Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Boby menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pencarian terhadap dua orang pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu Hanan (25 tahun) dan Sinol (25 tahun) keduanya merupakan warga Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang, Bangkalan. Kedua tersangka yang masih buron ini diduga sebagai komplotan Heru Irawan saat melakukan aksinya.

“Kami mengimbau kepada dua DPO agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, karena kami akan terus melakukan pengejaran,” himbaunya.

Semantara itu, Rektor UTM, Dr. Drs. H. Muh. Syarif, M.Si menyampaikan bahwa tersangka tersebut sudah lama bekerja menjadi satpam di kampus UTM, dan pihaknya mengaku awalnya tidak mengetahui gerak-gerik yang mencurigakan dari tersangka.

“Sebenarnya Moh. Sihon sudah lima tahun bekerja menjadi satpam di UTM, dan kami tidak melihat menaruh curiga kepada yang tersangkutan,” katanya.

Muh. Syarif akan menindak tegas terhadap satpam yang melakukan tindak kriminal. Bahkan ia mengaku akan melakukan pemecatan.

“Kami punya SOP, jadi kami secara tegas akan memecat Moh. Sihon sebagai satpam UTM, saya kira itu hukuman yang setimpal dari kampus kami,” tegasnya. (San)