

Surabaya, Wartapos.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar lokakarya media periode I tahun 2019 bertempat di Aula SKK Migas Jalan Veteran Surabaya. Lokakarya yang dilaksanakan pada Senin (22/04/2019) tersebut diikuti oleh sekitar 35 wartawan yang berasal dari media – media di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Wartawan wartapos Biro Bangkalan berkesempatan untuk mengikuti lokakarya tersebut bersama awak media lainnya.
Lokakarya yang mengambil tema “Peningkatan Kompetensi Wartawan Guna Tercapainya Pemberitaan Terkait Industri Hulu Migas yang berimbang Dan Faktual Sesuai Kode Etik Jurnalistik.”
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah ]abanusa, Nurwahid menuturkan, tujuan digelarnya lokakarya adalah untuk meningkatkan hubungan dengan awak media yang selama ini sudah terjalin baik. Termasuk, meningkatkan opini positif terhadap kegiatan industri hulu migas di daerah.
Nurwahid menyampaikan bahwa SKK Migas merupakan satuan kerja khusus yang ditunjuk negara untuk mencari migas. Sehingga, bisa meningkatkan produksi migas dalam negeri. Hal itu, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2012.
“SKK Migas memiliki fungsi pengawasan terhadap kegiatan industri hulu migas. Sehingga, pengambilan sumber daya alam migas dapat bermanfaat. Penerimaan negara dari sektor migas diharapkan maksimal dan memakmurkan rakyat. Itu sesuai amanat pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945,” terangnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan industri hulu migas, sambung Nurwahidi, SKK Migas menggandeng investor. Kemitraan itu, tertuang dalam kontrak kerja sama. Tujuannya, melakukan eksplorasi dan eksploitasi kegiatan usaha hulu migas. “Investor tersebut disebut KKKS, ” ucapnya.
Ada beberapa kendala yang dijumpai saat melakukan kegiatan usaha hulu migas. Misalnya perizinan, tumpang tindih lahan, ganti rugi dan isu sosial masyarakat. Hal itu, terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan SKK Migas terhadap KKKS eksplorasi yang belum memenuhi komitmen. Nurwahidi berharap, awak media menjadi penyeimbang pemberitaan mengenai kegiatan
Nurwahidi berharap, awak media menjadi penyeimbang pemberitaan mengenai kegiatan industri hulu migas. SKK Migas membuka ruang kepada seluruh wartawan untuk berkoordinasi bila ada isu negatif. Sehingga, pemberitaan berimbang dan berdampak positif terhadap kemajuan industri hulu migas. “SKK Migas mengapresiasi semangat teman-teman awak media yang tak kenal waktu mengikuti perkembangan kegiatan industri hulu migas,” jelas Nurwahid.
Nurwahid mengungkapkan, untuk memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah tidaklah mudah. Banyak kendala teknis maupun non teknis yang dihadapi para kontraktor. Tapi, itu tidak menyurutkan langkahnya. “SKK Migas akan terus mendorong KKKS lebih giat lagi melakukan ekplorasi migas,” janjinya sebelum mengakhiri penjabarannya, Nurwahid juga menyampaikan bahwa sinergitas yang terjalin selama ini antara SKK Migas dengan insan Pers sudah berjalan baik dan SKK Migas memberikan ruang untuk konfirmasi dan koordinasi jika terdapat isu-isu negatif tentang SKK Migas. “SKK Migas mengapresiasi atas semangat para awak media yang tak kenal waktu mengikuti perkembangan SKK Migas.” Tuturnya.
“Pers atau media memiliki andil yang penting dalam mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat agar tidak ada pemahaman yang salah,”tutup Nurwahidi
Bertindak sebagai Narasumber, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setiadi menyampaikan materi pelaksanaan PPM KKKS guna menunjang kegiatan operasional di daerah. Dalam penjabaran materi, Didik menekan agar pemberitaan utama jangan sampai dikalahkan oleh isu – isu yang berkembang sehingga menjadi berkembang melebihi berita utamanya.
Materi lokakarya selanjutnya di bawakan oleh Edy Purnomo, dari PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi minyak Cepu (PEPC) mengenai pengaplikasian PPM KKKS di daerah Bojonegoro. Pengaplikasian PPM KKKS guna menunjang kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.
Agus Sudibyo, Anggota Dewan Pers hadir sebagai pembicara dalam lokakarya tersebut dengan membawakan materi Profesionalisme Media dan Era Post Truth. Agus menjabarkan secara rinci bagaimana perkembangan media dari masa ke masa serta mulai kembalinya kepercayaan masyarakat terhadap pers dibandingkan dengan sosial media yang akhir-akhir ini semakin dimasakkan dengan Hoax dan banyaknya akibat yang negatif di timbulkan oleh sosial media. (San)





