Tiga Pilar Lumajang Redam Aksi Warga Yang Blokade Jalan Truck Pasir

Lumajang Wartapos.id – Bupati Lumajang, Kapolres Lumajang, dan juga Dandim 0821 Lumajang turun langsung menemui masyarakat yang berkonflik di Dusun Uranggantung Desa Jarit Kecamatan Candipuro, jumat (18/01/2019). Kehadiran unsur Forkopimda ini bertujuan untuk meredam aksi warga yang telah menutup jalan sejak hari Kamis (17/01) agar tidak bisa dilalui oleh armada pengangkut pasir.
Dari pantauan media ini ada sekitar 100 orang lebih berjaga di pertigaan jalan untuk mengantisipasi adanya truk yang mencoba melewati blockade dari warga tersebut. Pada awal penutupan jalan, memang sempat memanas serta terjadi adu mulut antara warga penutup jalan dengan pihak sopir truk yang berkeinginan melewati blokade ini. Dalam beberapa hari terakhir, pihak kepolisian dari sektor Candipuro dibantu dengan Koramil candipuro ditempatkan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Sesampai dilokasi,H Toriqul Haq selaku Bupati Lumajang , langsung meredam emosi warga dengan menyapa dengan ramah warga desa Jarit tersebut.
“Tenang saudara – saudaraku, kami semua kesini untuk mencari jalan terbaik bagi kita semua, jangan sampai permasalahan ini meluas serta menjadi konflik antar warga. Saya mengerti perasaan warga, mengerti keinginan dari saudara semua. Kami dari Pemkab Lumajang telah mengusahakan jalan khusus bagi armada truk tersebut. Hitung hitungan secara matematika, jalan tersebut akan selesai dalam waktu 3 minggu. Maka dari itu, saya harap warga agar menahan emosi dan sabar. Ini adalah permasalahan yang sangat kompleks” Ujar Toriqul terhadap warganya tersebut.
Yang dimaksud dari Bupati Lumajang tersebut adalah Pemkab memang telah membangun jalan sepanjang 8 Km khusus bagi armada pasir, sehingga kedepan nya truk truk bermuatan pasir tersebut tidak lagi melewati jalan desa. Hingga saat ini, jalan tersebut telah rampung sepanjang 4.5 Km serta menyisahkan 3.5 Km. Nantinya jalan tersebut melewati pinggiran sungai serta akan tembus di Jalan Lintas Selatan, yang merupakan proyek nasional Trans Jawa sisi selatan.
Awalnya warga tidak mau menggubris arahan dari Bupati Lumajang tersebut, lantaran mereka takut hanya diberi janji – janji saja. Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM beserta Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi pun ikut meyakinkan warga agar meredam aksi dari warga ini. Warga pun berjanji tidak akan melakukan hal diluar kendali, asalkan janji dari pemerintah dimana akan menyelesaaikan pembangunan khusus kendaraan bagi armada truk juga ditepati.
Sementara itu AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM dalam pernyataanya disela sela kunjungan ini menyatakan agar warga tetap sabar serta tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang dapat memicu perselisihan antar warga.





