Kapolres Sosialisasi Program Rantai Sapi Hingga “Gaster” Guna Tekan Maraknya Pencurian Sapi

Lumajang Wartapos.id – Kapolres Lumajang Apelkan Kapolsek Jajaran dalam rangka mempresentasikan penerapan Rantai sapi guna menekan angka pencurian sapi di Kab Lumajang, senin (14/01/2019) Pagi. Pada Apel ini para Kapolsek diwajibkan membawa Rantai sebagai bentuk kesiapan masing – masing Kapolsek dalam mensosialisasikan program Rantai Sapi dan pembentukan komunitas rantai sapi.
Penjelasan dari Kapolres bertujuan agar para Kapolsek memahami bagaimana konsep penerapan rantai sapi tersebut, supaya para Kapolsek dapat membentuk komunitas kecil untuk diberikan informasi mengenai penerapan rantai sapi itu.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan “ Kita akan membentuk komunitas rantai sapi, komunitas ini sebagai wadah mengenalkan program penggunaan rantai sapi, seperti bagaimana cara membuatnya, berapa ketebalan besinya, dimana membelinya, termasuk wadah bertukar pikiran para pemilik sapi dalam upaya mengamankan hewan ternaknya. Rantai sapi ini sangat murah, hanya sekitar Rp 150 ribu,” tambah Kapolres
Lebih jauh Kapolres menjelaskan bahwa Rantai ini masih seri pertama, pihak komuitas rantai sapi bisa memodifikasi untuk mengembangkan konsep rantai sapi agar lebih efektif dan efisien lagi, misal ketebalan rantai ditambah, polesan rantai atau bahan dasar yg digunakan dalam pembuatan rantai sapi tersebut.
“nantinya inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh tiap komunitas rantai sapi tersebut dapat disebar ke komunitas lainnya untuk memaksimalkan konsep rantai sapi ini” Pungkas Kapolres
Perlu diketahui bahwa Konsep Sistem pengamanan yang dikembangkan oleh Kapolres Lumajang mempunyai 3 lapis pengamanan.
lapis pengamanan pertama dengan penerapan pemasangan rantai besi setebal 10mm ini berfungsi sebagai pengamanan secara perorangan untuk tiap tiap sapi.
Lapis Pengamanan kedua yaitu penerapan sistem GASTER atau bisa disebut Garasi Ternak untuk mengakomulir ternak sapi yang dimiliki satu Dusun dalam satu tempat untuk meningkatkan keamanan ternak masyarakat.
Lapis pengamanan yang ketiga yaitu membentuk Satgas Keamanan Desa yang terdiri dari beberapa sukarelawan warga yang bersedia menjadi anggota Satgas Keamanan Desa. (nzr/war)





