Sudah Waktunya Lumajang Menjadi “Smart City”


Wabup mangatakan, bahwa saat ini Lumajang sudah waktunya menjadi Smart City. “Ini tidak sekadar MoU. Saya dan Pak Bupati sudah sering mengatakan, bahwa Kab. Lumajang sudah waktunya untuk menjadi Smart City. Smart atau cerdas, tidak hanya teknologi saja, tapi orangnya juga harus smart, ” ungkapnya.
Wabup juga menjelaskan banyak problem yang harus diselesaikan dengan pemanfaatan teknologi informasi, salah satunya presensi kehadiran ASN, dengan menggunakan aplikasi “Siperlu”, yaitu presensi melalui aplikasi menggunakan android.
Meskipun demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam aplikasi Siperlu tersebut. Wabup menginginkan adanya alternatif lain, dengan sistem deteksi wajah atau sidik jari pada sistem presensi untuk hasil yang lebih maksimal.
Penggunaan teknologi informatika juga akan dimanfaatkan untuk pengelolaaan E-Office, pajak pasir dan sistem keamanan.
Sementara itu, General Manager Witel Pasuruan, Setyawan Nugroho, S.T., mengatakan Kabupaten Lumajang akan menyusul daerah – daerah lain yang sudah bekerjasama dengan Telkom dalam implementasi smart city.
Ia berharap kesepakatan yang sudah dibuat bisa ditingkatkan, untuk mencapai semua visi misi Kabupaten Lumajang. “Kami sangat berharap, agar kesepakatan ini akan kita tingkatan lagi. Kita dorong agar menjadi lebih implemented. Semoga Kabupaten Lumajang dapat mencapai semua visi dan misinya,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen akan membantu semua kebutuhan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mewujudkan Smart City yang berbasis teknologi informatika, sesuai harapan Pemerintah Kab. Lumajang (nzr/war)





