Disnak Keswan Kabupaten Probolinggo Luncurkan Program BCA
Disnak Keswan Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan amanah Undang-undang Nomor : 41 Tahun 2014 dan Perda Kabupaten Probolinggo Nomor : 6 Tahun 2016 juga Peraturan Bupati Probolinggo Nomor : 72 Tahun 2016 yang memiliki kewenangan dalam pelayanan bidang peternakan dan kesehatan hewan terus berupaya agar dapat melaksanakan secara efektif, efisien, professional dan akuntable.
Harapan dapat meningkatkan pendapatan peternak dan memenuhi kebutuhan pangan asal hewani melalui peningkatan populasi dan produksi ternak semoga dapat terwujud dengan baik dengan dukungan 3 pilar : peternak, pemerintah dan swasta. Kreatifitas dan hasil inovasi layanan publik ini yakni Program BCA (Bank Clethong dan Air Kencing) adalah bentuk upaya Disnak Keswan Kabupaten Probolinggo dalam pencapain kinerja. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peternak, masyarakat, dinas dan pemerintah daerah.
Melihat potensi yang ada di Kabupaten Probolinggo dari segi populasi ternak sapi sekitar 267.048 ekor yang terdata di Kabupaten Probolinggo. Rata-rata seekor ternak sapi menghasilkan feses sebanyak 15 kg/hari)* maka ada potensi produksi pupuk organic padat sebesar 4.000 ton/hari dan jika rata-rata seekor ternak menghasilkan air kencing sebanyak 10 liter/hari)* maka potensi produksi pupuk organic cair sebesar 2.670.480 liter/hari.

Begitu banyak permasalahan yang terjadi dari peternak kurang optimalnya pengelolaan limbah kotoran ternak mulai dari pengelolaan secara Individual – Konvensional (Tidak Efisien, terbatas dan kesulitan, Kemampuan Teknis Peternak, Petani masih mengandalkan pupuk pabrikan, Peternak belum merasakan manfaat dari kotoran ternak secara langsung, Lambatnya laporan peternak jika terjadi permasalahan ternaknya serta ketidaksiapan program regenerasi ternak akibat dari ketidaktersediaan biaya secara tunai.
Akibat kurang optimalnya dalam menangani permasalahan yang terjadi akan berdampak pencemaran lingkungan dan penghasilan peternak masih rendah juga tidak ada jaminan kesehatan dan status reproduksi ternak. Melihat sejumlah permasalahan yang terjadi di segmen peternak dan dampak pencemaran lingkungan maka Disnak Keswan Kabupaten Probolinggo melakukan upaya inovasi BCA “Kolaborasi antara model pengelolaan limbah kotoran ternak dengan pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo”
Tujuan dan sasaran dari inovasi program BCA yaitu untuk meningkatkan penghasilan peternak juga meningkatkan populasi dan produksi ternak. Mewujudkan kampung ternak yang ramah lingkungan sehingga terlaksananya pelayanan kesehatan hewan dan inseminasi buatan dengan target 80.000 ekor sapi di Kabupaten Probolinggo.
- Manfaat dari Program BCA :
1.Menambah penghasilan dan dana simpanan jika sewaktu-waktu ada
kebutuhan atau untuk keperluan membeli ternak. Adanya peningkatan penghasilan peternak dari hasil penjualan kotoran ternak sebesar Rp 300.000,- per bulan/ekor sapi atau Rp. 2.400.000,- per bulan/ekor jika diolah menjadi pupuk organic. - Terjaminnya pelayanan kesehatan ternaknya dan layanan IB oleh petugas. Adanya peningkatan penghasilan dari produktifitas ternak karena terjaminnya kesehatan ternak, pada ternak sapi betina dapat menghasilkan 1 ekor pedet per tahun, jika dilakukan penjualan pada umur sapih peternak mendapatkan hasil sebesar 7-8 juta per tahun per ekor.
- Terhindarnya resiko kerugian dari kematian atau kehilangan ternak.
Terhindarnya kerugian dari resiko kehilangan atau kematiaan ternak karena dijamin oleh asuransi ternak dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.10.000.000,- per ekor dari pembayaran premi sebesar Rp. 200.000,- pertahun. - Terhindarnya resiko pencemaran lingkungan di sekitar kandang akibat
limbah kotoran ternak. - Adanya penghematan sebesar 60% dari pemakaian pupuk pabrikan karena menggunakan pupuk organic dari kotoran ternak yang diproduksi sendiri.
Sebelum adanya program BCA :
- Tidak ada tambahan penghasilan dan dana simpanan peternak untuk pemenuhan kebutuhan mendadak, inseminasi buatan, gangguan
reproduksi, kesehatan hewan serta asuransi kehilangan dan kematian ternak dari pengolahan kotoran ternak. - Belum ada peningkatan status kesehatan hewan dan reproduksi ternak yang berdampak pada peningkatan populasi dan produksi ternak secara signifikan.
- Adanya resiko pencemaran lingkungan di sekitar kandang akibat limbah kotoran ternak.
Dampak setelah program BCA berjalan :
- Bertambahnya penghasilan dan dana simpanan peternak untuk pemenuhan kebutuhan mendadak, inseminasi buatan, gangguan reproduksi, kesehatan hewan serta asuransi kehilangan dan kematian ternak sebesar Rp. 300.000,- per ekor per bulan untuk kotoran dan air kencing atau Rp. 2.400.000 per ekor per bulan untuk pupuk organic. Nilai pertanggungan ternak hilang/kematian sebesar Rp. 10.000.000,-
- Meningkatnya status kesehatan hewan dan reproduksi ternak sehingga berdampak pada peningkatan populasi dan produksi ternak sebesar 0,69% untuk sapi potong, 8,41% untuk kambing dan 3,33% untuk domba.
- Terhindarnya resiko pencemaran lingkungan di sekitar kandang akibat limbah kotoran ternak (zero limbah). (ris/ful)






