PEMDES PAKEL MEMFOKUSKAN PEMBANGUNAN KE INFRASTRUKTUR

Lumajang Wartapos.id
Desa Pakel Kecamatan Gucialit berpenduduk 1.700 jiwa dengan jumlah KK 527 letak geografis Pakel berada di ketinggian / diatasi pegunungan dan banyak jalan berliku dan tanjakan serta jalan menurun tajam, Desa Pakel merupakan desa yang asri serta dalam kehidupan kesehariannya sangat rukun, berdampingan, saling bahu membahu walaupun ada dua faham penganut agama.
Sampurno selaku kepala desa kepada wartapos memaparkan bahwa desa yang dipimpinnya saat ini masih banyak yang harus dibenahi terutama di infrastruktur, jalan merupakan sebuah kebutuhan bagi warga sebab dengan jalan / infrastruktur sebagai sarana untuk memperlancar segala bentuk aktivitas bagi warga dan hal tersebut yang menjadi pekerjaan rumah bagi Sampurno.
Pemdes Pakel saat ini melaksanakan pembangunan pelebaran jalan dengan swadaya masyarakat dan melaksanakan program tahunan sumber dana dari DD sebesar Rp.590.000.000,- dialokasikan ke dusun sumbersari, yaitu pengaspalan jalan sepanjang 2,50 km X 3 m dan pelebaran jalan, sedangkan pemerintah Kabupaten Lumajang membangun jalan hotmit sepanjang 1,100 km, harapan masyarakat Pakel, Pemerintah Kabupaten bisa menambah lagi pembangunan pengaspalan sehingga jalan ruas Kabupaten di Pakel bisa tembus ke desa lainnya sehingga mempermudah aktivitas rakyat.

Sampurno berusaha dalam satu dua tahun kedepan jalan yang masih belum layak di gunakan rakyat ini merupakan target untuk diselesaikan agar warga yang mempergunakan jalan pintas untuk mempercepat sampai tujuan dan pemdes Pakel akan melakukan inovasi pembangunan baik melalui swadaya maupun menggunakan dana DD maupun ADD pada tahun depan.
Disinggung anggaran sumber dana dari ADD tahun ini Sampurno dipergunakan untuk pembangunan pelebaran jalan, karang taruna, serta pemberdayaan masyarakat bagi mereka yang mempunyai usaha kecil agar mereka dapat mengembangkan usahanya menjadi berkembang dan ekonomi rakyat ada peningkatan dan ekonomi mereka menjadi lebih baik.
“Saya merasa senang dan bangga sebab desa Pakel ada dua pemeluk agama dan mereka saling hidup berdampingan, rukun, guyup. apabila ada salah satu dari mereka mempunyai acara peringatan hari besar keagamaan, Muslim maupun Hindu saling membantu dan saling menghormati, mereka pemeluk agama yang berbeda tidak terpengaruh kejadian – kejadian di luar desa, mereka berkomitmen terhadap hidup rukun, saling menghargai dan saling membantu sehingga tercipta masyarakat dua agama hidup rukun, ini yang menjadi nilai mahal harganya”. Ungkap Sampurno mengakhiri wawancara dengan wartapos.(Budi)





