JatimPemerintahanSampang
Pemkab Sampang Geber Desa Napo Laok, Dalam Penilaian Lomba PHBS Tingkat Nasional

Sampang, Wartapos.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terjun langsung demi sukseskan acara penilaian oleh Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Nasional Di Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang (03/03).Acara yang dihadiri langsung oleh PJ Bupati Sampang Jonathan Judianto, juga dihadiri Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan Tingkat Nasional, Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Staff Ahli dan Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sampang, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Kab. Sampang, Ketua TP Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sampang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Omben, serta Kepala Desa Napo Laok dan Jajaran Pemerintahan Napo Laok.

Dalam Sambutannya, PJ Bupati Sampang Jonathan Judianto sangat apresiasi atas prestasi yang ditorehkan warga dan aparat Desa Napo Laok dengan meraih Peringkat Pertama Lomba PHBS Tingkat Jatim, Sehingga dengan prestasi yang dimaksud Desa Napo Laok menerima kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan Tingkat Nasional. Hal tersebut dikarenakan Desa Napo Laok mewakili Jatim diajang lomba yang dimaksud Tingkat Nasional.
“Sungguh sebuah kebanggan bagi Kabupaten Sampang, karena salah satu wilayahnya menjadi Duta Provinsi Jatim pada lomba PHBS Tingkat Nasional. Kami tentu berharap Desa Napo Laok tetap konsiten dengan komitmen maupun pelaksanaan program-program kerjanya dalam menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kami juga berharap kerja keras ini dapat terbayarkan dengan hasil yang menggembirakan di Level Nasional”, ujar Jonathan Judianto.
Lanjut Jonathan, dirinya juga berharap kedepan Desa Napo Laok harus mampu mempertahankan prestasi tersebut, serta jangan berpuas diri menjadi Duta Jatim di Tingkat Nasional. Pembinaan seluruh warga Desa untuk aktif berpartisipasi dalam penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat harus tetap dijaga. Strategi Advokasi, Bina dan Gerak (ABG) yang selama ini berjalan harus dipertahankan dan ditingkatkan mutunya.
“Semoga penilaian ini memberikan hasil yang memuaskan, dan Desa Napo Laok yang mewakili Jatim serta Kabupaten Sampang bisa menang nantinya. Tetaplah Konsisten, kampanye PHBS ini tidak boleh berhenti ketika ajang tahunan ini selesai. PHBS harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat dapat memiliki kepedulian untuk aktif berperan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Semoga kedepan, prestasi Desa Napo Laok sebagai Duta PHBS Jatim ini bisa ditularkan kepada Desa-desa lain di Kabupaten Sampang. Serta menjadi inspirasi bagi kita semua untuk semakin peduli dengan PHBS,” kata Jonathan Judianto yang akrab dipanggil Pak Jo tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan Tingkat Nasional drg.Laksmi Widiastuti menjelaskan jika ingin menjadi pemenang dalam acara Lomba PHBS tersebut harus memiliki 10 Indikator meliputi Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi, Menimbang balita setiap bulan, Penggunaan air bersih, Mencuci tangan, Menggunakan jamban sehat, Pemberantasan jentik nyamuk, Konsumsi buah dan sayur, Aktivitas fisik yang sehat serta, Tidak merokok di dalam rumah.
“Ini memang kegitan tahunan yang diadakan oleh PPK yang bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas). Sementara ini perkembangan penilaian di desa ini cukup bagus, karena masyarakatnya mau berubah, terutama kaum mudanya. Kami perhatikan ada 8 Program Inovasi yang diterapkan oleh Desa Napo Laok sebagai Desa PHBS, antara lain Sabtu beriman, Akte Kelahiran, Super Promkes, Gerakan Harapan Napo (Gerhana), Komitmen Bareng (Kobar), Berung Sae, Somber Napo, serta Bujuk Napo yang ikut berupaya mensukseskan dan mencapai hasil dari peningkatan 10 Indikator PHBS. Namun, masih ada sedikit yang agak susah dirubah, seperti tidak merokok di dalam rumah. jadi sebagian besar masyarakat masih merokok didalam rumah”, jelas Laksmi Widiastuti yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja 4 PKK Pusat tersebut. (CAT/FAT).



