Probolinggo, Wartapos.id – Kejuaraan internasional Tour d’Indonesia (TdI) 2018 kembali bergulir. Setelah sebelumnya vakum tujuh tahun, kini event sepeda balap itu mengalami peningkatan level yang sebelumnya 2.2 menjadi 2.1 UCI menjadikannya sebagai kejuaraan yang memiliki level tertinggi di Indonesia. Dengan memiliki 4 etape yang digelar mulai tanggal 25 – 28 Januari 2018 dengan start dimulai dari candi prambanan dan finish di Kota Denpasar. Sebanyak 90 pembalap dari 20 negara yang tergabung dalam 15 team turut ambil bagian dalam kejuaraan yang menempuh jarak total 613,1 km.

Kota Probolinggo menjadi salah satu titik keberangkatan etape menyambut event tersebut dengan meriah. Dimulai dari pagi hari warga sudah mulai berjejer di pinggir jalan menyambut kejuaraan Internasional itu. Panasnya terik matahari tidak menyurutkan semangat mereka untuk memberikan dukungan kepada pembalap Indonesia. Seperti diketahui, Probolinggo menjadi start dimulai etape ke 3 yang menempuh jarak 200 km dengan finish di Taman Blambangan Banyuwangi yang menjadikannya etape terpanjang. Ditambah lagi trek tanjakan di Malasan sampai Lumajang yang harus ditaklukkan.

Hal tersebut diakui Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari yang turut hadir dalam ceremonial pelepasan etape ke 3. Raja memaparkan diantara 4 etape dalam TdI 2018, etape ke 3 merupakan yang menantang ditambah lagi jalur sprint juga membutuhkan tenaga ekstra.

“ tapi etape ini (etape ke 3) merupakan trek idaman para pembalap sepeda kerena terberat dan panjang,” ujar Raja.

Namun raja menjelaskan seluruh pembalap masih semangat untuk menaklukkan semua etape meski dalam etape sebelumnya diwarnai insiden dan cuaca yang kurang bersahabat. Selain itu, sambutan dan animo penonton yang meriah juga memberikan energy tersendiri. Sehingga memompa para pembalap untuk menyelesaikan seluruh etape.

“Saya ucapkan terima kasih atas sambutan warga Kota probolinggo. Dan ditahun depan Tour de Indonesia akan tetap melintasi Kota probolinggo karena kami akan menjadi duta pariwisata di kota ini,” tutupnya.

Walikota Probolinggo Rukmini dalam sambutannya sebelum melepas peserta TdI 2018 mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh panitia. Namun walikota mengharapkan Kota Probolinggo tidak hanya menjadi titik keberangkatan etape namun juga sebagai tempat singgah sekaligus menginap para pembalap sepeda .

“ Kami ingin menjadi mereka dan memperkenalkan wisata yang dimiliki Kota probolinggo,” tutur Rukmini

Walikota juga menyampaikan kepada tim nasional Balap Sepeda Indonesia untuk menjadikan kejuaraan TdI 2018 menjadi ajang pemanasan sebelum bertanding di Asian Games 2018. Sehingga bisa memberikan persiapan yang matang untuk menoreh prestasi di level asia.  (tim)