JatimJombangNasional

Pembangunan Jalan Hotmix Srapah –Bayeman Dana Desa Tahun 2017

Wartapos.id, Jombang
Untuk meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Pedesaan Khususnya di Wilayah desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang diperlukan sarana, infrastruktuk pendukung diantaranya pembangunan sarana jalan sebagai media transportasi masyarakat yang cukup memadai.

Gambar saat ketua LPMD, Sanadi S.P.d, memakai topi kuning menyaksikan pengambilan sampling matrial hotmix
Gambar saat ketua LPMD, Sanadi S.P.d, memakai topi kuning menyaksikan pengambilan sampling matrial hotmix

Dalam kehidupan bermasyarakat tidak terlepas dari rasa solidaritas, tenggang rasa dan kebersamaan baik dalam segi kemasyarakatan maupun dalam hal apapun termasuk kelancaran roda perekonomian pedesaan, oleh karena itu perlu ditingkatkan dari segi pemberdayaan masyarakat pedesaan dan penataan lingkungan akan terwujud apabila dukungan dari semua pihak baik pemerintah desa maupun dukungan dari warga desa
Pemerintahan desa Karanglo mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) 2017 tahap pertama Rp 397 juta dengan membangun jalan hotmix sepanjang 1.000 meter, yang berlokasi di dua dusun, yaitu dusun Srapah dan dusun Bayeman, Jum’at (14/7)
Kepala Desa (Kades red) Karanglo H. Habib Gofir, S.I.P, mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus membangun infrastruktur desa. alokasi dana desa tahap pertama diperuntukkan untuk membangun jalan hotmix sebagai upaya menunjang aktivitas masyarakat dan penghubung jalan antar dusun.

Pihaknya meminta kepada masyarakat berperan pro-aktif mendukung pelaksanaan pekerjaan itu. sebab menurutnya, salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa adalah meningkatnya pemberdayaan masyarakat.
Desa saat ini punya anggaran lumayan besar, tetapi bukan berarti semua berpangku tangan, peran aktif masyarakat terus mutlak diperlukan, pemuda juga harus tampil mempersiapkan diri untuk menjadi penerus kepemimpinan dan pelaku pembangunan di masa mendatang. tuturnya.

Sementara itu Senadi S.P.d Ketua LPMD, mengatakan, akses jalan pertanian di wilayah kedua dusun tersebut begitu penting, guna mendukung perekonomian desa berbasis pertanian.
Konsep desa membangun dengan keterlibatan masyarakat, desa sebagai subjek pembangunan bukan sebagai objek, dimana perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan pemerintah desa lah yang mengaturnya.
“Artinya desa kini sudah punya otoritas sendiri, membangun desa melalui pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

  • Reporter : Ajir
  • Editor     : Samsul

 

.

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button