Tahanan Meninggal Dalam Rutan Medaeng, Di Duga Kuat Keluarga Pun Menuntut

Wartapos, Surabaya

Sungguh berita kaget jika mendengar ada seorang tahanan yang meninggal dunia di dalam penjara. Apalagi jika tidak tahu penyebabnya apa yang membuat tahanan tersebut bisa meninggal dunia. Seperti informasi baru-baru ini yang masih hangat di terima Wartawan Wartapos, Sabtu (tanggal 15/07/2017) siang hari. Seorang tahanan bernama Teguh telah meninggal dunia di dalam Rutan medaeng blok E, dan menurut sumber wartapos yang dapat di percaya mengatakan melalui pesan Whats App.Bahwa Teguh meninggal akibat penyakit darah tinggi atau Hypertensi mencapai tahap 250”C dan informasinya di duga pembuluh darahnya pecah.

Tampak Aktifitas Pengunjung Di Rumah Tahanan Klas 1 Surabaya
Tampak Aktifitas Pengunjung Di Rumah Tahanan Klas 1 Surabaya

Sumber informasi Wartapos yang namanya di rahasiakan sebut saja Puspita nama samaran,juga sebagai istri salah satu tahanan yang berada di medaeng.
Termasuk tahanan yang sedang dalam keadaan sakit keras, sehingga mengetahui informasi dan mengatakan “ Hari ini Sabtu,(tanggal 15/07/2017) ada tahanan yang meninggal di medaeng,akibat darah tinggi 250 dan karena pecah pembuluh darah padahal dua bulan lalu sudah diajukan penangguhan (Pengajuan Bantar/Rawat Di Rumah Sakit) tapi blm dikasih2 bang dan keluarganya nuntut” ungkap puspita istri salah satu tahanan yang masih dalam rutan.Puspita juga sebelumnya sempat cerita pada wartapos kalau suaminya, saat dalam tahanan merasakan sakit jantung, namun dokter di medaeng yaitu dr aripin sempat di duga mempersulit.
Dan tidak mau memeriksa segera agar jika tahanan benar sakit bisa mendapatkan surat rekomendasi dari dokter yang ada di dalam lapas.
Sehingga pengajuan penangguhan tahanan dapat dikabulkan oleh hakim,juga tahanan yang sakit dapat di rawat oleh istri secara penuh .Kepala Rumah Tahanan Medaeng Bambang saat di konfirmasi di hari yang sama melalui pesan whats app di nomer 081333519xxx, Mengatakan kalau tahanan meninggal di rumah sakit Dr.Soetomo tadi siang jam 12.00 akibat sakit stroke.
Namun sampai berita dinaikan di media online Wartapos,Bambang belum juga membalas pertanyaan wartawan Wartapos selanjutnya,Yaitu apakah tahanan yang meninggal bernama Teguh dan meninggal nya tepat di dalam lapas akibat darah tingginya 250 juga 2 bulan sempat menunggu surat penangguhan, selain itu informasinya minggu sebelumnya apakah benar ada tahanan meninggal juga.(Jhon Saragih)