TPST Bumdesma Lekok Asri patut jadi percontohan pengelolaan sampah

Pasuruan, Wartapos.id – Gerakan pemerintah untuk mengurangi sampah yang dapat mengakibatkan pencemaran di lingkungan hidup tampaknya direspon secara positif oleh pemerintah desa Balonganyar Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan

Bertempat di dusun Wedusan Lor tampak tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) berdiri megah dengan alat alat pengolahan yang terbilang canggih dengan penataan yang rapi serta teratur

Pengelolaan tersebut dipelopori oleh Stop Ocean Plastik yang digawangi oleh PT.Nesstle yang berkerjasama dengan DLHK Pasuruan, TPST tersebut telah diresmikan oleh Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada jumat (26/2/2021)

Sholeh selaku Kepala Desa Balonganyar mengungkapkan bahwa hal ini bisa terwujud dikarenakan adanya pemodal asing yang juga ditunjang sarana dan prasana dari BUMDES, hal ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penting kebersihan dan efek negatif apabila membuang sampah sembarangan dikemudian hari.

Selain sampah non organik yang dapat di daur ulang tampak juga potensi sangat besar terkait sampah organik yang didominasi oleh kotoran ternak yang dihasilkan dari mayoritas peternak sapi yang memang menjadi sumber mata pencaharian mayoritas warga balunganyar.

Perlunya campur tangan pemerintah dalam mengakomodir potensi yang begitu besar dari sampah organik perlu tindak lanjut secara signifikan, karena bisa dimanfaatkan sebagai bio gas ataupun pupuk kompos, dan hal ini perlu pengkajian lebih lanjut demi keberlangsungan kesejahteraan masyarakat

Sunardi selaku Kaur Umum Desa Balunganyar menyampaikan bahwa kegiatan di TPST tersebut bisa dikatakan masih prematur karena baru berjalan sekitar 4 bulan, Mashuri selaku manager pengelolaan di TPST tersebut mengatakan bahwa ditempat itu ada sekitar 40 lebih karyawan yang berasal dari tiap tiap desa yang diberdayakan untuk membantu pengelolaan sampah yang berasal dari 8 desa dari 11 desa di Kecamatan Lekok

“Untuk sementara ini ada 8 desa yang kita ambil sampahnya, sedangkan untuk 3 sisa desa nya masih dalam proses kerjasama dalam pengelolaan sampah, ya insyaallah nunggu habis ramadhan mas” ungkap Mashuri kepada awak media saat di wawancara

Saat pewarta turun kelokasi senin (9/3) disambut secara ramah dan hangat baik oleh perangkat desa maupun pihak pengelola

Dengan luasan kurang lebih 4 hektar tampak banyak kendaraan pengangkut terparkir, dalam hal ini merupakan kegiatan positif untuk mengurangi angka pengangguran dan membuka potensi lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Balunganyar, potensi ini tampak di Kecamatan Lekok dan juga Kecamatan Grati

Reporter : Rochman
Editor : Toan