Edarkan Pil Koplo Di Bulan Ramadhan, Pemuda Asal Rogotrunan Ditangkap Satresnarkoba Polres Lumajang

Tersangkan dan sejumlah barang bukti

Lumajang Wartapos.id – Di bulan suci ramadhan bukannya mendekatkan diri kepada sang Pencipta, pria asal Kabupaten Lumajang (Jumat, 9 Mei 2019) harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Pasalnya, pria yang diketahui beririsial AR (26 th), warga Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang tersebut kedapatan oleh anggota Sat Reskoba Polres Lumajang akan mengedarkan barang terlarang jenis pil koplo di depan rumahnya sendiri.

Pengungkapan kasus tersebut adalah buntut dari pengembangan serta pembuntutan yang telah dilakukan oleh anggota selama beberapa hari belakangan. Saat ditangkap, pelaku sendiri ternyata kedapatan membawa 56 butir pil warna putih dengan logo ‘Y’. Dalam pengakuan nya, pelaku hendak menjual barang haram tersebut kepada seseorang yang dia tidak ketahui identitasnya. Untuk mendalami kasus tersebut, pihak berwajib pun menggelandangnya ke Mapolres Lumajang.

AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang mengatakan pihaknya tak akan mengendurkan kegiatan pemberantasan peredaran barang terlarang meskipun di bulan ramadhan.

“Tidak ada kata libur, meskipun bulan ramadhan. Malah akan terus saya gencarkan untuk memberantas peredaran barang-barang terlarang khususnya peredaran narkoba di wilayah Lumajang” tegas Arsal.

“saya akan selalu berkomitmen melakukan perlawanan dan perang terhadap penyalahgunaan peredaran miras dan narkoba, demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena miras dan narkoba” Imbuh Arsal.

Senada dengan Kapolres, Kasat Reserse Narkoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito SH mengatakan akan terus mengobarkan peperangan terhadap narkoba.

“Sedikit demi sedikit akan terus kami buru para pelaku pengedaran narkoba di wilayah Lumajang, sehingga bulan suci ramadhan kali ini akan benar benar bersih dari peredaran narkoba” Pungkasnya.

Pelaku dijerat pasal 197 subsider pasal 196 UU Republik Indonesia No 36 tahun 2009 tetang kesehatan, dengan ancaman hukuman selama 10 tahun hingga 15 tahun penjara.(nzr/war)