Pengacara Jaksa Dan Hakim Berdiskusi, Terdakwa Narkoba Vonis Ringan

Tampak serius Hakim, Jaksa dan Pengacara saat berunding

Surabaya, Wartapos.id – Pada Sidang agenda putusan terhadap terdakwa narkoba Sabu yakni Maria Nostalgia Dartoko.
Akhirnya dijatuhi vonis ringan oleh majelis hakim Anne Rusiana selaku ketua, Setelah pengacara, jaksa, dan hakim berdiskusi di depan meja majelis.

Dimana, Sebelum pembacaan putusan langsung, sidang sempat digelar dengan agenda pembelaan (pledoi) terlebih dulu. Pada pledoinya Maria (Terdakwa) secara lisan, Dia meminta agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman kepadanya.

Rompi merah tahanan Terdakwa Maria siap mendengarkan putusan

Selanjutnya, Usai pledoi disampaikan sidang pun langsung dilanjutkan dengan agenda putusan. Namun sebelum sidang putusan digelar, Hakim Anne memanggil kuasa hukum Maria yaitu Amin dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan untuk maju ke mejanya.

Saat itu hakim Anne, Amin, dan JPU Suparlan terlihat berbisik-bisik. Namun tidak diketahui apa yang dibicarakan, yang jelas ketiganya terlihat serius melakukan diskusi bersama. Selain itu tampak hakim anggota Dwi Purwadi akhirnya juga turut mendengar dalam pembicaraan tersebut.

Selesai diskusi dilakukan , hakim Anne akhirnya memulai membacakan amar putusannya. Dimana, Dalam amar putusannya, hakim Anne menyatakan, Maria terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Maria Nostalgia Dartoko selama 1 tahun 2 bulan,” baca hakim Anne pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/8/2018).

Atas vonis tersebut, hakim Anne memerintahkan agar Maria tetap berada dalam tahanan. “Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan”. ujar hakim senior.

Seperti diketahui, Sebelumnya Maria Nostalgia Dartoko ditangkap polisi saat berada di kosnya yang berlokasi di Jalan Kedung Anyar VII Surabaya pada Maret 2018. ketika kamar kos digeledah, tim polisi berhasil menemukan satu poket sabu seberat 0,60 gram.

Dan selanjutnya Maria mengakui jika barang haram tersebut dibelinya dengan harga Rp 200 ribu. Sabu tersebut dibelinya dari seseorang yang bernama Ali yang kini berstatus sebagai DPO. Atas perbuatannya, Maria dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(JS)